Dosen Pembimbing
Dosen Paling Gaul Se Jurusan Ilmu
Administrasi Negara
Aldri Frinaldi, S.H, M.Hum
19700212 199802 1 001
KONSEP PENGAMBILAN
KEPUTUSAN BERBASIS SISTEM INFORMASI
A. Informasi dan Kegiatan
Manajemen
Sesuai dengan tujuannya, sistem informasi manajemen diharapkan mampu
membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat
dan akurat. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah
mungkinmembuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang
perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi
dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan.
Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin rumitnya aktivitas dan
keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi informasi yang dibutuhkan tidak
berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu manajemen sebagai pengguna informasi
membutuhkan suatu sistem pendukung (support systems) yang
mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama untuk kondisi yang
tidak terstruktur ataupun sistem pendukung untuk tingkatan tertentu saja.
Ada beberapa alasan lainnya mengapa sistem pendukung dibutuhkan dalam
melengkapi system informasi manajemen yang ada, yaitu:
1.
untuk melengkapi sistem informasi manajemen yang tersedia
adalah karena sistem ini tentunya akan lebih mempercepat perhitungan,
2.
untuk mengatasi kelemahan-kelemahan sistem informasi manajemen yang ada
terutama dalam menyajikan informasi yang tidak terstruktur atau informasi yang
hanya diperuntukkan untuk manajemen tingkat atas,
3.
untuk meningkatkan kemampuan dalam pemrosesan dan penyimpanan data dan
informasi, mengurangi biaya, mendukung aspek teknis dalam pengambilan
keputusan, dan
4.
untuk mendukung kualitas, dan memberikan keunggulan kompetitif bagi
penggunanya.
B. Sistem pendukung Sistem
Informasi Manajemen
Banyak sistem pendukung yang tersedia dan mampu melengkapi system informasi
manajemen yang ada. Beberapa sistem pendukung yang akan dibahas di sini,di
antaranya adalah:
1.
Sistem Pendukung Pengambilan
Keputusan/Decision-Support Systems (DSS)
2.
Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan
Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS)
3.
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS)
4.
Sistem Pakar/Expert System
Keempat sistem pendukung tersebut, dapat mendukung pengambilan keputusan
dengan sejumlah cara. Sistem pendukung ini dapat dengan otomatis melakukan
prosedur-prosedur pengambilan keputusan tertentu.
1. Sistem Pendukung
Pengambilan Keputusan – Decision Support Systems(DSS)
Sistem pendukung pengambilan keputusan kelompok (DSS) adalah system
berbasis computer yang interaktif, yang membantu pengambil
keputusan dalam menggunakan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang
tidak terstruktur.
Sistem pendukung ini membantu pengambilan keputusan manajemen dengan
menggabungkan data, model-model dan alat-alat analisis yang komplek, serta
perangkat lunak yang akrab dengan tampilan pengguna kedalam satu sistem yang
memiliki kekuatan besar (powerful) yang dapat mendukung pengambilan
keputusan yang semi atau tidak terstruktur.
DSS menggabungkan sumber daya intelektual seorang individu dengan kemampuan
komputer dalam rangka meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. DSS
diartikan sebagai tambahan bagi para pengambil keputusan, untuk memperluas
kapabilitas, namun tidak untuk menggantikan pertimbangan manajemen dalam
pengambilan keputusannya.
DSS juga memungkinkan para manajer untuk melihat dampak-dampak yang
mungkin timbul dari berbagai keputusan yang diambil yang disebut model
yang dapat memperkirakan dampak sebuah keputusan. Sebagaicontoh: Para calon
Bupati/Walikota suatu daerah dalam rangka suatuPilkada menjanjikan akan
menggratiskan biaya pendidikan sampai tingkat tertentu atau menggratiskan biaya
pengobatan ditingkat Puskemas, maka dampak keputusan tersebut diperkirakan
jumlah pemilih akan meningkat secara signifikan, atau justru para pemilih sama
sekali tidak mempercayainya karena hanya dianggap sebagai janji kosong belaka.
Model tersebut tidak dapat menentukan apakah janji kampanye tersebut
merupakan suatu keputusan terbaik, mereka hanya dapat menentukan apa yang
mungkin terjadi jika keputusan itu dibuat.DSS dimaksudkan untuk melengkapi
sistem informasi manajemen dalam meningkatkan pengambilan keputusan. Sistem
informasi manajement terutama menyajikan informasi mengenai kinerja aktivitas
untuk membantu manajemen memonitor dan mengendalikan kegiatan.
Kadangkala laporan sistem informasi manajemen ini merupakan laporan eksepsi
(exception reports), yaitu hanya menyoroti kondisi-kondisi yang khusus.
Sistem informasi manajemen yang tradisional umumnya menyajikan pelaporan yang
tercetak (hard copy reports). Dewasa ini, pelaporan yang semacam itu
dapat diperoleh secaraon-line melalui intranet dan mungkin lebih
banyak lagi laporan yang dapat dihasilkan berdasarkan kebutuhan.
Jika SIM menyajikan kepada penggunanya data atau informasi untuk
pengambilan keputusan yang sudah pasti dan tetap (terstruktur atau rutin), maka
DSS menyajikan seperangkat kemampuan untuk keputusan yang sifatnya tidak
terstruktur,di mana DSS lebih menekankan pada pengambilan keputusan atas
situasi yang dengan cepat mengalami perubahan, kondisi yang memerlukan
fleksibilitas, dan berbagai keputusan untuk respon yang segera.
Ada dua tipe DSS yang dikenal, yaitu: Model-driven DSS dan Data-drivenDSS.
Jenis DSS yang pertama merupakan suatu sistem yang berdiri sendirit erpisah
dari sistem informasi organisasi secara keseluruhan. DSS ini sering
dikembangkan langsung oleh masing-masing pengguna dan tidak langsung dikendalikan
dari divisi sistem informasi. Kemampuan analisis dari DSS ini umumnya
dikembangkan berdasarkan model atau teori yang ada dan kemudian dikombinasikan
dengan tampilan pengguna yang membuat model ini mudah untuk digunakan.
Jenis DSS yang kedua, data-driven DSS, menganalisis sejumlah
besar data yang ada atau tergabung di dalam sistem informasi organisasi.
DSS ini membantu untuk proses pengambilan keputusan dengan memungkinkan
para pengguna untuk mendapatkan informasi yang bermanfaat dari data yang
tersimpan di dalam database yang besar. Banyak organisasi atau
perusahaan mulai membangun DSS ini untuk memungkinkan para pelanggannya
memperoleh data dari website-nya atau data dari system informasi
organisasi yang ada. Decision Support Systems meliputi
berbagai komponen yang termuat didalam sistem pendukung ini, yaitu:
·
DSS database:
Kumpulan data berjalan atau historis dari sejumlah
aplikasi.Komponen ini digunakan untuk menanyakan dan menganalisis data.Database
ini dapat berupa PC database atau massive database.
·
DSS software system:
Kumpulan dari perangkat lunak yang digunakan untuk
menganalisis data, seperti: On-Line Analytical Processing (OLAP) tools, dataminingtools,
atau kumpulan dari model-model matematika dan analisa yangmudah untuk diakses
oleh para pengguna DSS. Model ini dapat berupa model fisik (model rancangan
ruang kerja, taman, dan model pesawatterbang), model perhitungan matematika
(seperti: persamaan,alogaritma, anuitas, cicilan bunga kredit), atau model
verbal (seperti:deskripsi suatu prosedur untuk penulisan suatu perintah
kerja/order).
Masing-masing DSS dibangun untuk seperangkat tujuan tertentu dan akan
menghasilkan berbagai kumpulan model tergantung pada kebutuhan dan tujuannya.
Perangkat lunak sistem DSS yang umum juga dapat berupa model statistik yang
memuat berbagai fungsi statistik, antara lain: means,medians, deviations,
dan scatter plots. Perangkat lunak ini memiliki kapabilitas untuk
memproyeksikan ke depan mengenai outcomes dengan cara
menganalisis sekumpulan data.
DSS banyak diterapkan di organisasi-organisasi yang sudah mapan. Banyak
cara yang digunakan untuk menerapkan DSS untuk membantu mempertajam proses
pengambilan keputusan. Kapabilitas yang melekat pada DSS sangat membantu
organisasi-organisasi yang menggunakannya untuk memungkinkan terciptanya
koordinasi proses kegiatan baik internal maupun eksternal dengan cara yang
lebih akurat.
Berikut beberapa contoh organisasi atau perusahaan yang memanfaatkanDSS
dalam aktivitas operasi atau usaha yang dilaksanakan:
Jenis
Industri
|
Tujuan
Penerapan DSS
|
Industri
Asuransi
|
Menentukan
pola penutupan asuransi dan deteksi kemungkinan kecurangan (fraud).
|
Industri
Perbankan
|
Memperbarui
profil atau data nasabah.
|
Perusahaan
Manufaktur
|
Menentukan
kebutuhan persediaan bahan baku yang paling optimal dan efisien.
|
Pertumbuhan volume kegiatan/transaksi secara elektronis yang meningkat
tajam telah mendorong banyak organisasi untuk mengembangkan DSS di mana
pelanggan dan pegawai dapat mengambil manfaat dari sumber-sumber informasi yang
tersedia di internet dan kapabilitas dari website yang
memungkinkan komunikasi untuk berbagaiaktivitas.
Beberapa DSS memang difasilitasikan untuk membantu manajemen, namun
tersedia pula DSS yang mampu untuk menarik pelanggan dengan cara menyediakan
berbagai informasi dan alat yang dapat membantu mereka untuk mengambil
keputusan pada saat mereka menyeleksi jasa dan produk.
Banyak orang tertarik dalam melakukan proses pembelian barang atau jasa
menggunakan mesin pencari internet (search engines) atau on-linecatalogs,
web directories, e-mail, atau alat-alat lainnya untuk menentukan lokasi
informasi yang dibutuhkan dalam rangka membantunya dalam proses pengambilan
keputusan.
Web-base dDSS telah menjadi sesuatu yang populer dan sangat memberikan manfaat yang
besar bagi para anggota atau pelanggan yang dituju organisasi atau perusahaan
tersebut. Dari uraian di atas mengenai DSS, maka beberapa karakteristik dan
kapabilitas DSS yang dapat diidentifikasi adalah sebagai berikut:
1. Sistem ini memberikan
dukungan bagi pengambil keputusan, terutama dalam situasi semi-terstruktur atau
tidak-terstruktur.
2. Sistem ini memberikan dukungan untuk berbagai tingkatanmanajemen, mulai
dari tingkat manajemen puncak hingga ke tingkatmanajemen yang paling bawah dan
para pegawai lainnya.
3. DSS memberikan dukungan
untuk beragam tipe dan prosespengambilan keputusan yang harus dilakukan.
4. DSS dapat beradaptasi terhadap waktu dan fleksibel; pengguna dapatmenambah,
menghapus, mengkombinasikan, mengubah, atau menatakembali elemen-elemen dasar.
5. Tampilan DSS akrab dengan pengguna, memiliki kapabilitas yangbesar, dan
dirancang agar dapat interaktif sehingga mudah untukdigunakan.
6. DSS mampu untuk meningkatkan efektivitas pengambilan keputusandengan fokus
pada keakuratan, ketepatan waktu, dan kualitas hasil,serta mengefisiensikan
biaya dalam proses pengambilan keputusan.
7. Pengambil keputusan memiliki kendali yang lengkap atas seluruhlangkah
proses pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah.
8. Pengguna-akhir mampu
mengkonstruksi dan memodifikasi sistem yangsederhana oleh mereka sendiri.
Sedangkan untuk sistem yang lebihbesar, biasanya dapat dibangun dengan dukungan
dari spesialis sisteminformasi.
9. DSS biasanya menggunakan model-model dalam analisis situasipengambilan
keputusan yang mudah untuk dioperasikan olehpengguna.
10. Sistem ini memberikan
dukungan bagi pengambil keputusan, terutamadalam situasi semi-terstruktur atau
tidak-terstruktur.
11. Sistem ini memberikan dukungan untuk berbagai tingkatanmanajemen,
mulai dari tingkat manajemen puncak hingga ke tingkatmanajemen yang paling
bawah dan para pegawai lainnya.
12. DSS memberikan dukungan
untuk beragam tipe dan prosespengambilan keputusan yang harus dilakukan.
13. DSS dapat beradaptasi terhadap
waktu dan fleksibel; pengguna dapatmenambah, menghapus, mengkombinasikan,
mengubah, atau menatakembali elemen-elemen dasar.
14. Tampilan DSS akrab
dengan pengguna, memiliki kapabilitas yangbesar, dan dirancang agar dapat
interaktif sehingga mudah untukdigunakan.
15. DSS mampu untuk
meningkatkan efektivitas pengambilan keputusandengan fokus pada keakuratan,
ketepatan waktu, dan kualitas hasil,serta mengefisiensikan biaya dalam proses
pengambilan keputusan.
16. Pengambil keputusan
memiliki kendali yang lengkap atas seluruh langkah proses pengambilan keputusan
dalam pemecahan masalah.
17. Pengguna-akhir mampu
mengkonstruksi dan memodifikasi sistem yangsederhana oleh mereka sendiri.
Sedangkan untuk sistem yang lebih besar, biasanya dapat dibangun dengan dukungan
dari spesialis sisteminformasi.
18. DSS biasanya menggunakan
model-model dalam analisis situasipengambilan keputusan yang mudah untuk
dioperasikan olehpengguna.
2. Sistem Kelompok
Pendukung Pengambilan Keputusan – Group Decision Support Systems (GDSS)
GDSS merupakan sistem berbasis komputer yang interaktif untuk memudahkan
pencapaian solusi oleh sekelompok pengambil keputusan atas permasalahan yang
sifatnya tidak terstruktur. GDSS dikembangkan untuk menjawab tantangan terhadap
kualitas dan efektivitas pengambilan keputusan yang dilakukan oleh lebih dari
satu orang(kelompok orang).
Permasalahan yang perlu digaris bawahi untukpengambilan keputusan yang
dilakukan oleh sekelompok orang antara lain adalah banyaknya para pengambil
keputusan, waktu yang harus dialokasikan, dan meningkatnya peserta yang ada.
GDSS memberikan dukungan pada pemecahan masalah dengan menyediakan suatu
pengaturan yang mendukung komunikasi bagi anggota yang tergabung dalam
kelompok.
Beberapa manfaat yang dapat di peroleh dengan penggunaan GDSS ini, antara
lain adalah:
1.
Meningkatkan perencanaan awal, yaitu untuk membuat diskusi ataupertemuan
menjadi lebih efektif dan efisien.
2.
Meningkatkan partisipasi, sehingga setiap peserta dari berbagai
latarbelakang dapat memberikan kontribusinya dengan optimal.
3.
Menciptakan iklim yang lebih terbuka dan kolaboratif, yaitu tanpamembuat
pihak yang tingkatannya lebih rendah merasa takut danterancam. Dan juga tidak
membuat pihak yang tingkatannya lebihtinggi mendominasi jalannya suatu rapat,
pertemuan/meeting.
4.
Setiap ide yang ditawarkan bebas dari kritik, memungkinkan pesertarapat,
pertemuan/meeting mengkontribusikan ide atau pendapatnyatanpa takut untuk
dikritik.
5.
Evaluasi yang objektif, menciptakan atmosfir di mana suatu ide akandievaluasi
secara objektif dan tidak memandang siapa yangmemberikan ide tersebut.
6.
Menghasilkan ide organisasi, yaitu bagaimana tetap memfokuskanpada tujuan
rapat, pertemuan/meeting, mencari cara yang palingefisien untuk mengorganisir
ide yang dihasilkan dalam sesibrainstorming, dan mengevaluasi ide dalam
batasan waktu yangpaling sesuai.
7.
Menetapkan prioritas dan mengambil keputusan, yaitu mencari carauntuk
menampung seluruh pemikiran dalam pengambilan keputusan.
8.
Dokumentasi hasil rapat, pertemuan/meeting, sehingga seluruhpeserta
dapat memperoleh dokumen yang lengkap dan terorganisiryang dibutuhkan untuk
melanjutkan pekerjaan dari projek atauaktivitas yang dievaluasi.
9.
Mampu melakukan akses informasi eksternal, yang memungkinkanketidaksepakatan
yang signifikan dan faktual dapat diselesaikandengan tepat waktu, sehingga
memungkinkan meeting dapat terusdilanjutkan dan produktif.
10.
Menghasilkan notulen hasil diskusi, sehingga pihak yang tidak dapat
berpartisipasi langsung dapat tetap memahami hasil dan isi dari meeting.Permasalahan
yang mungkin timbul dalam GDSS adalah karena digunakannya berbagai metode baru
untuk mengorganisir dan melaksanakan rapat, pertemuan/meeting maka mungkin ada
keengganan atau penolakan di awal dari penggunaan GDSS ini.
Dalam pemanfaatan GDSS ini, maka beberapa alat dalam perangkat lunak yang
dibutuhkan di sini, antara lain adalah:
a.
Kuesioner Elektronik; alat ini membantu untuk membuat perencanaanawal
dengan mengidentifikasi permasalahan yang menjadi perhatian dan membantu
memastikan bahwa informasi yang penting tidak terlewatkan.
b.
Sarana Diskusi Elektronik; memungkinkan kelompok orang yang terlibat untuk
secara bersama dan tanpa diketahui (tetap terjagakerahasiaannya) untuk
mengkontribusikan ide atau pemikirannya atastopik yang dibahas dalam kelompok.
c.
Pengelola Ide; memudahkan integrasi yang diorganisir dan sintesa ideyang
dihasilkan selama proses brainstorming.
d.
Alat Pembuat Kuesioner; mendukung fasilitator dan pimpinankelompok untuk
pengumpulan informasi, sebelum maupun selamaproses penetapan prioritas.
e.
Alat untuk voting; memberikan kemudahan dengan
menyediakanmetode atau teknik untuk penetapan prioritas atau voting.
f.
Alat identifikasi dan analisa stakeholder; menggunakan
pendekatanyang terstruktur untuk mengevaluasi dampak usulan yang timbul
diorganisasi dan mengidentifikasi serta menilai dampak potensial dariproyek
yang diusulkan.
g.
Alat pernyataan kebijakan; menyajikan dukungan yang terstrukturuntuk pengembangan
kesepakatan atas penggunaan kata-kata dalampernyataan kebijakan.
h.
Istilah-istilah group; mendokumentasikan kesepakatan kelompok
ataskata-kata dan istilah-istilah yang disepakati.
Banyak keputusan besar organisasi yang dibuat oleh kelompok (group).Sayangnya,
mengumpulkan suatu kelompok secara bersama-sama dalamsuatu tempat pada suatu
waktu adalah pekerjaan yang sulit dan mahal. Disisi lain, rapat kelompok
tradisional, seperti penyusunan pedoman ataukebijakan di instansi pemerintah
pusat maupun daerah, sering sekali memakan waktu lama dan dapat menghasilkan
keputusan yang kurang bermanfaat.Karena itu, banyak sistem informasi berbasis
komputer yang mencoba meningkatkan kerja kelompok tersebut, seperti groupware,
electronicmeeting systems, collaborative systems, dan group
decision sistempendukung (GDSS).
Sistem ini adalah sistem berbasis komputer yangmemfasilitasi pemecahan atas
masalah tidak terstruktur oleh suatukelompok pengambil keputusan.Komponen GDSS
terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, manusia,dan prosedur.
Komponen-komponen ini dirangkai guna mendukung proses untuk mencapai suatu
keputusan kelompok.
Karakteristik penting dari GDSS adalah sebagai berikut:
a.
GDSS adalah sistem informasi yang dirancang secara khusus, bukan secara
sederhana, yang merupakan konfigurasi dari komponen sistemyang telah ada.
b. Sistem ini dirancang
untuk tujuan mendukung kelompok pengambilkeputusan dalam melaksanakan tugasnya.
Karenanya, GDSS harusmeningkatkan proses pengambilan keputusan atau hasil dari
suatukelompok.
c.
GDSS mudah untuk dipelajari dan digunakan. Sistem inimengakomodasikan
pengguna dengan berbagai tingkatan pengetahuankomputerisasi.
d. GDSS dapat dirancang
untuk satu tipe masalah atau untuk beragamtingkatan kelompok organisasi
keputusan.
e.
GDSS dirancang untuk mendorong aktivitas-aktivitas, sepertipenghasilan ide,
penyelesaian konflik, dan pemberian pendapat yang penggunaan teknologinya.
3.
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Eksekutif/Executive Support Systems (ESS)
Dalam sistem pendukung pengambilan keputusan eksekutif istilah executive
support system (ESS) sering dipertukarkan dengan executiveinformation
system (EIS). Namun, ada juga yang membedakan keduanya.Jika dibedakan,
EIS sering didefinisikan sebagai sistem informasi berbasis komputer yang
menyajikan kebutuhan informasi eksekutif puncak. Sistem ini memberikan akses
cepat atas informasi dan laporan manajamen. Disisi lain, ESS adalah sistem
pendukung komprehensif yang mempunyai ke lokasi, dan faktor penghambat
dapat segera diidentifikasi.
Faktor keberhasilan kritikal dapat dimonitor dengan lima tipe
informasi,yaitu narasi masalah kritikal, diagram penjelas, keuangan tingkat
puncak, faktor kunci, dan laporan pertanggung jawaban terinci. Dengan status
akses, top eksekutif dapat memantau data atau laporan terakhirmengenai
indikator kunci melalui jaringan kapan saja. Pemantauan dapatdilakukan secara
harian atau setiap jam.
Kemampuan analisis kebanyakan dimiliki oleh ESS. Top eksekutif dapat
menggunakan ESS untuk melakukan analisis sesuai dengan kebutuhannya.Analisis
dapat dilakukan oleh top eksekutif dengan menggunakan fungsiyang sudah ada,
mengintegrasikan sistem lain dengan ESS, atau analisis dengan menggunakan agen
intelejen.
. Dengan pelaporan ini, top eksekutif dapat memfokuskan
perhatiannyapada suatu keadaan atau kinerja yang buruk.Hal-hal kritis, dengan
ESS, disajikan tidak saja dalam angka-angka, tetapi juga dengan warna.
Misalnya, hijau menunjukkan kondisi baik, kuning untuk peningatan, dan merah
untuk menggambarkan kondisi yang buruk. Kemampuan navigasi informasi adalah
kemampuan untuk menjelajah informasi berbagai data secara mudah dan cepat.
Untuk meningkatkan kemampuan ini, dapat digunakan hypermedia (yang
merupakan pengembangan dari teknologi hypertext).
Sistem komunikasi sangat dibutuhkan oleh top ekskutif. Dalam ESS,sistem
komunikasi dapat mengirim atau menerima e-mail, mengirim
laporan untuk mendapatkan perhatian seseorang, memanggil rapat, atau memberikan
komentar ke suatu kelompok diskusi di Internet.
4. Sistem Pakar – Expert
Systems (ES)
Para ahli atau pakar biasanya memiliki pengetahuan (knowledge)
danpengalaman khusus untuk masalah tertentu. Mereka paham betul alternatif
pemecahan, kemungkinan keberhasilannya, serta keuntungan dan kerugian yang
mungkin timbul. Mereka biasanya digunakan oleh instansi untuk memberi nasehat
atas masalah tertentu, seperti pada Departemen Pertahanan masalah pembelian
peralatan militer yang teknologinya canggih, penyelesaian tuntutan pembubaran
Bisnis TNI, perdampingan/reorganisasi departemen, dan strategi komunikasi
denganmedia massa. Makin tidak terstruktur masalahnya, makin spesialis nasehat
yang dibutuhkan dari mereka.
Expert systems (ES) mencoba untuk meniru pengetahuan pakar
tersebut.Sistem ini biasanya digunakan jika organisasi harus memberikan
keputusan atas suatu masalah yang kompleks. Secara khusus, ES adalah paket
komputer untuk memecahkan atau mengambil keputusan atas suatu masalah spesifik
atau terbatas, yang kemampuan pemecahannyadapat sama atau melebihi suatu
tingkat kemampuan seorang pakar.Ide dasar di balik ES, yang merupakan teknologi
intelejensia buatanterapan, sebenarnya sederhana, yaitu memindahkan keahlian
seorangatau beberapa orang pakar ke komputer.
Pengetahuan pakar ini kemudian disimpan dalam komputer. Pengguna tinggal
memanggil komputer untuk meminta saran yang dibutuhkan dapat melakukan
inferensi (inference) agar sampai kepada suatu simpulan khusus. Karena
itu, seperti seorang
konsultan, sistem ini
dapat memberikan saran kepada seseorang yang bukan pakar dan jika diperlukan
juga dapat menjelaskan logika dibelakang sarannya tersebut.
ES bisa dibagi dalam dua bagian: lingkungan pengembangan (developmentenvironment) dan
lingkungan konsultasi (consultation environment).Lingkungan
pengembangan digunakan oleh pengembang ES untuk membangun komponen komponen ES
dan menempatkan pengetahuan (knowledge) pada basis pengetahuan(knowledge
base). Lingkungan konsultansi digunakan oleh non-pakar untuk memperoleh
pengetahuand an nasehat para pakar yang disimpan di sistem.
Tiga komponen utama yang biasanya ada dalam ES adalah basis pengetahuan,
mesin inferensi (inference engine), dan tampilan pengguna (user
interface). Namun demikian, secara umum, suatu ES mengandung
komponen-komponen berikut:
a.
Subsistem pemerolehan pengetahuan (knowledge acquisition subsystem).
Pemerolehan pengetahuan adalah pengumpulan, pemindahan, dan pentransformasian
keahlian pemecahan masalahpara pakar atau pendokumentasian sumber-sumber
pengetahuan keprogram komputer yang digunakan untuk mengkonstruksikan
atau memperluas basis pengetahuan. Karena pemerolehan pengetahuandari
para pakar adalah pekerjaan yang kompleks, biasanya dibutuhkanp erantara, yaitu
teknisi pengetahuan (knowledge engineer).
b.
Basis pengetahuan. Basis pengetahuan mengandung pengetahuan yang diperlukan
untuk memahami, memformulasikan, dan memecahkanmasalah. Basis ini terdiri dari
dua elemen utama, yaitu fakta dan kelaziman (rule). Informasi dalam
basis pengetahuan dimuat dalam program komputer melalui suatu proses yang
disebut representasipengetahuan (knowledge representation).
c.
Mesin inferensi. Otak dari sistem pakar adalah mesin inferensi, yang juga
dikenal sebagai stuktur pengendali (control structure) ataupenginterpretasi
kelaziman (rule interpreter). Mesin inferensi biasanya
memiliki tiga elemen utama, yaitu suatu penginterpretasi (interpreter),
penjadwalan (scheduler), dan penegak konsistensi(consistency
enforcer).
C. Tahapan proses
pengambilan keputusan
Model yang bermamfaat dan terkenal yang diajukan oleh Herbert A.Simon akan
digunakan sebagai dasar Perangkat lunak dukungan keputusan yang ada dalam
suatu sistem imformasi manajemen telah diuraikan tediri atas tiga tahapan
dijabarkan sebagai berikut:
1.
Penelusuran
penulusuran terdiri dari usaha penyelidikan lingkungan
yang memancing keputusan, ini
2.
Desain sama dengan pengakuan adanya masalah. desain merupakan
penemuan, pengembangan, dan penganalisisan arah tindakan yang mungkin.
3.
pemilihan melibatkan seleksi suatu arah tindakan dan pelaksanaannya.
Ada kecenderunagn pada beberapa perancang sistem
imformasi bahwa suatu pangkalan data akan banyak memperbaiki pembuatan
keputusan. Pada hakikatnya terdapat tiga unsur penting dalam pembuatan
keputusan, yakni:
a.
Data
b.
Model keputusan atau prosedur keputusan
c.
Pembuat keputusan
Perangkat lunak pendukung keputusan tidaklah semantap
perangkat lunak pengolahan transaksi atau manajemen data. Meskipun demikian
terdapat suatu peningkatan penggunaan perangkat lunak dukungan keputusan
sebagai pelaksana sistem informasi manajemen dan organisasi.
Keputusan yang
diprogramkan versus yang tidak diprogramkan
Perbedaan antara keputusan yang diprogramkan dan tidak diprogramkan adalah
penting karena kebutuhan operasionalnya adalah berbeda untuk kedua jenis itu.
Ciri keputusan yang diprogramkan dapat digambarkan sebagi berikut:
Yang
diprogramkan
|
Yang tidak
diprogramkan
|
Berulang
Dirumuskan dengan teliti aturan keputusan atau
al-goritme keputusan untuk bawahan
|
Kadang-kadang
unik
analisis baru untuk tiap kejadian
|
suatu keputusan yang diprogramkan dirumuskan dengan teliti dan berulang
hingga aturan keputusan atau algoritma keputusannya bisa
didefinisikan.Pemakaian komputer untuk mengolah aturan keputusan yang
diprogramkan merupakan suatu pra pemilihan seorang pembuat keputusan.
Karena pembuatan keputusan merupakan suatu proses yang mahal dalam ukuran
sumber daya yang sangat langka seperti waktu dan upaya manajerial, keputusan
yang diprogramkan merupakan suatu motode yang efesien untuk mendayagunakan
sumber daya yang langka dan peningkatan prodiktifitas manajer. Keputusan yang
tidak diprogramkan tidak banyak berulang atau keputusan itu sangat berbeda tiap
pengulangan hingga model umum tidak bisa dikembangkan sebagi dasar pembuatan
programnya.
Modul dukungan keputusan harus menyediakan bantuan pada tiga jenis
kegiatan:
a.
Penetapan suatu keputusan yang diprogramkan
b.
Pelaksanaan suatu keputusan yang diprogramkan
c.
Pengambilan suatu keputusan yang tidak diprogramkan
d.
1. Perangkat Lunak Untuk
Intelegensi atau Penelusuran keputusan
Tahap penelusuran proses pembuatan keputusan seringkali juga disebut
”pengenalan masalah atau peluang”. Analisis dan pemilihan tidak bisa
berlangsung kalau masalahnya belum diidentifikasi. Tahap penelusuran terdiri
dari pencarian atau penyaringan lingkungan (secara intern maupun eksteren)
untuk menemukan keadaan yang menunjukan adanya peluang atau masalah. Adanya
peluang atau masalah mengawali analisis lanjutan dan pilihan tahapan pembuatan keputusan
Jenis peluang dan
masalah
Suatu sitem informasi untuk mengidentifikasikan masalah atau peluang
memerlukan unsur berikut:
·
Pangkalan data, pengolahan dan penelusuran:
·
Pengumpulan data penyimpanan
·
Pengukuran dan pengolahan data yang
berkaitan dengan masalah dan peluang yang mungkin
·
Penyaringan dan algoritme penyelidikan
·
Laporan: laporan pada para pembuat keputusan
Penelusuran peluang dan
masalah
Penelusuran dapat berlangsung hanya kalau kondisi masalah dan peluang dapat
diidentifikasi. Biasanya identifikasi ini memerlukan:
·
Pengukuran atau suatu veriabel.
·
Perbandingan ukuran dengan suatu satandar, rencana atau tolak ukur lainnya.
·
Penilaian atas perbedaan positif atau negatif untuk menentukan apakah
terdapat masalah atau peluang.
Penelusuran masalah dan peluang mempunyai ciri yang berbeda tergantung pada
apakah penelusuran dapat terstruktur dan aplikasi penelusuran ini berlangsung
terus atau secara khusus.perbedaan ini dikelompokan dalam tiga jenis
penellususran sebagai berikut:
a.
Penelusuran terstruktur yang kontinu
penelusuran atau penyelidikan bisa terjadi
tiap hari, jam, detik, harian, mingguan, bulanan dan sebagainnya, tergantung
pada perkirann keseringan munculnya masalah, kegawatan pada saat masalah itu
terjadi, dan kecepatan perubahan dalam faktor yang terlibat.
b.
Penelusuran terstruktur yang khusus(ad hoc)
Proses hanya diterapkan kalau indikator
lainnya memperlihatkan adanya kebutuhan untuk itu. penelusuran dengan SIM yang
trstruktur dan khusus (ad-hoc) melibatkan algoritma dan format laporan.
Pangkalan data bisa dipelihara organisasi atau .hanya dibangun kalau dibutuhkan.
c.
Penelususran tidak terstruktur yang khusus(ad hoc)
Dukunagn SIM pada penelusuran tak
terstruktur terutama terletak pada kemudahan jangkauan pada pangkalan
data. Memeperhitunngkan ciri penelusuran manusia. Manusia bisa menarik
kesimpulan dengan penyelidikan data yang tidak ada algoritmanya untuk
pengolahan.
Keluaran laporan dari
tahapan penelusuran
Tujuan perangkat lunak penelusuran adalah untuk mengidentifikasi masalah,
keluarannya dapat berupa tiga jenis:
·
Keluaran yang langsung untuk perangkat lunak tahapan desain keputusan
·
Keluaran yang menyatakan desain keputusan dan langkah pilihan keputusan
yang harus diikuti.
·
Keluaran yang menyatakan suatu pemecahan
atau peluang yang mungkin tetapi tanpa indikator untuk tindakan mendatang
2. .Perangkat Lunak Untuk
Desain Keputusan
Setelah tahapan penelusuran yang menghasilkan pengenalan masalah atau
peluang, langkah berikutnya dalam proses keputusan adalah desain keputusan.
Proses ini melibatkan penemuan, pengembangan, dan penganalisisan arah tindakan
yang terbuaka. Hal ini memerlukan proses pemahaman masalah, dorongan keputusan,
dan pengujian pemecahan untuk kelayakannya.
Perangkat lunak sebagi
bantuan pemahaman masalah
Langkah pertama dalam pemahaman masalah adalah mengembangkan suatu model
situasi. Ruang lingkup teknik pembuatan model adalah luas. Contohnya adalah
penjelasan lisan sederhana, bagan alur, pernyataaan matematik yang rumit dan
profram komputer, model untuk SIM bisa berisi serangkaian model untuk
penggunaan dalam situasi yang berbeda dan fungsi yang berbeda.
Dukungan perangkat lunak untuk SIM membekali para pembuat keputusan dengan
kemampuan penemuan hubungan yang menunjukan model atau hipotesis baru dan
kemampuan menghitung faktor, koefisien, hubungan, dan sebagainya yang
memungkinkan penciptaanmodel masalah atau peluang yang lebih berguna.
Perangkat Lunak Sebagai
Bantuan Penciptaan Pemecahan
Kalau proses pemahaman masalah sudah menghasilkan suatu model yang
menjelaskan masalah (atau peluang) dan juga memungkinkan beberapa analisis
ciri, penciptaan pemecahan atau arah tindakan yang mungkin dibantu oleh dua
sisitem, yakni:
a.
Modelnya sendiri. Manipulasi model seringkali membkuka
cakrawala yang menjurus pada penciptaan gagasan pemecahan
b.
Sistem pencarian kembali pangkalan data. Kemampuan pencaharian
kembali menghasilkan data yang berguna dalam penciptaan gagasan pemecahan.
Dalam ancangan ini, program komputer mengarahkan pembuatan keputusan dalam
suatu strategi penelusuran keputusan yang rasional. Misalnya, prosedur
penelususran pemecahan bisa diawali dengan serangkaian pertanyaan yang
berhubungan dengan pemecahan umum. Pertanyaan tersebut dapat diikuti dengan
serangkaian pertanyaan lagi yang membantu pembuat keputusan untuk
mempertimbangkan semua alternatif.
Perangkat Lunak untuk
Pengujian Kelayakan Pemecahan
Suatu pemecahan diuji kelayakannya dengan menganalisi dalam rangka
lingkungan yang dipengaruhinya yakni: bidang masalah, organisasi keseluruhan,
saingan dan masyarakat. Aanalisis dapat dikerjakan menurut penilai
masing-masing penganalis dengan melihat ukuran lingkungan.Hal ini
memerlukan pencarian kembali data guna pembandingan.
Suatu ancangan lain adalah adalah menganalisiss pemecahan yang disarankan
dengan penggunaan model dari lingkungan yang berbeda. Model ini pada umumnya
akan melibatkan program komputer dan suatu pangkalan data. Model dasar dalam
suatu SIM yang lengkap akan memepunyai sejumlah model yang demikian
3. Perangkat Lunak untuk
Pemilihan
Dukungan perangkat lunak dari tahapan penelusuran dan desain membantu dalam
penyajian alternatif yang pernah dinilai menurut ukuran kelayakan dan
sebagainya. Tahapan selanjutnya adalah pemilihan yang memerlukan penerapan
suatu prosedur penilaian dan pelaksannna alternatif yang sudah dipilih.
Perangkat lunak tidak bisa membuat pilihan karena pemilihan itu merupakan
suatu kegiatan manusia. Namun demikian, perangkat linak dapat dipakai dalam
menyususn alternatif dan sebaliknya menerapkan prosedur pemilihan keputusan
sebagi dukungan pemilihannya sendiri. Misalnya, suatu keputusan untuk membeli
suatu mesin dari berbagai alternatif pilihan dapat dibentuk oleh satu atau
lebih kriteria sebagai berikut:
·
Tingkat penghasilan
·
Jumlah tahun untuk membayar kembali
·
Pengeluaran tunai minimal
·
Kesukaan pilihan pimpinan
·
Risiko yang minimal
Kriteria ini bisa diterapkan dengan penggunaan perangkat lunak keputusan.
Pemilihan dibuat seorang pembuat keputusan dan dikomunikasikan pada mereka yang
dapat melaksankan hasilnya. Model keputusan merupakan bagian model dasar untuk
SIM nya.
Suatu pertimbangan penting dalam menilai alternatif adalah kepekaan
memecahkan perubahan dalam asumsi dimana keputusan harus dibuat atau dalam
kondisi yang diharapkan akan terjadi. Analisis kepekaan paling mudah dikerjakan
kalau suatu model kuantitatif tersedia untuk manipulasinya.
Kesimpulan
Sebuah system informasi Manajemen, atau SIM adalah sebuah system informasi
yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah
organisassi, juga memberI dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi
manajemen dan pengambilan keputusannnya. sistem informasi manajemen diharapkan
mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih
tepat dan akurat.
Dukungan SIM pada pembuatan keputusan dalam suatu organisasi dapat
diuraikan menurut tiga tahapan proses pembuatan keputusan: penelususran, desain
dan pemilihan. Dukungan SIM biasanya melibatkan pengolahan, file computer
maupun non computer.
Dukungan SIM untuk pembuatan keputusan terdiri dari suatu pangkalan data
yang lengkap, suatu kemampuan pencarian kembali pangkalan data, perangkat
lunak, statistic dan analitik, serta suatu dasar model yang berisi perangkat
lunak pembuatan model, model keputusan, serta bantuan keputusan
Ada juga sistem pendukung yang tersedia dan mampu melengkapi
system informasi manajemen yang ada. antaranya adalah:
1.
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan/Decision-Support
Systems (DSS)
2.
Sistem Kelompok Pendukung Pengambilan
Keputusan/Group Decision-Support Systems (GDSS)
3.
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Eksekutif/Executive-Support Systems (ESS)
4.
Sistem Pakar/Expert System
daftar pustaka:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar